Pemerintah Inggris telah menerbitkan panduan sederhana yang akan mendasari semua panduan untuk  bekerja di new normal nantinya. Panduan ini sangat praktis untuk diambil oleh kalangan bisnis berdasarkan 5 langkah utama.

Setiap panduan dapat memiliki tindakan khusus yang berbeda-beda untuk diambil oleh organisasi berdasarkan langkah-langkah ini.

1. Melakukan Penilaian Risiko COVID-19

Ini adalah langkah awal sebelum memutuskan pekerja kembali ke kantor atau area kerjanya. Bagi organisasi yang sudah implementasikan OHSAS 18001 atau ISO  45001 tinggal melakukan pembaharuan / update terhadap tabel indentifikasi bahaya dan penilaian resiko yang sudah ada selama ini. Bagi organisasi yang belum implementasikan sistem manajemen K3, harus mulai mempelajari dan mempersiapkan penilaina resiko ini. Sebelum memulai kembali pekerjaan organisasi harus memastikan keamanan tempat kerja dengan:

  • melakukan penilaian risiko sesuai dengan pedoman HSE
  • berkonsultasi dengan pekerja Anda
  • bagikan hasil penilaian risiko dengan tenaga kerja Anda dan pihak berkepentingan lainnya

2. Mengembangkan prosedur pembersihan, cuci tangan dan kebersihan

Organisasi harus meningkatkan budaya mencuci tangan dan membersihkan permukaan dengan:

  • mendorong orang untuk mengikuti panduan tentang mencuci tangan dan kebersihan
  • menyediakan pembersih tangan di sekitar tempat kerja, selain kamar mandi
  • sering membersihkan dan mensterilkan benda dan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, tombol lift dll.
  • meningkatkan pembersihan untuk area kerja yang sering digunakan bersama seperti ruang meeting, kantin, ruang arsip dll
  • mengatur panduan penggunaan dan pembersihan yang jelas untuk toilet
  • menyediakan fasilitas pengeringan tangan – baik handuk kertas atau pengering listrik

3. Jika memungkinkan pekerja yang rentan tetap bekerja dari rumah

Untuk pekerja dengan kondisi rentan atau resiko tinggi. Misalnya berdasarkan usia, riwayat penyakit dll. Organisasi bisa mengambil langkah yang wajar untuk membantu orang tsb dapat tetap bekerja dari rumah dengan:

  • mendiskusikan pengaturan kerja rumahan
  • memastikan mereka memiliki peralatan yang tepat, misalnya akses internet, dll
  • termasuk semua alat komunikasi yang diperlukan
  • menjaga kesehatan fisik dan mental mereka

4. Menjaga jarak sosial sejauh 2 m, jika memungkinkan

Jika memungkinkan, organisasi harus memelihara jarak 2 m diantara pekerja dengan:

  • memasang tanda-tanda untuk mengingatkan pekerja dan pengunjung tentang panduan jarak sosial 2 m ini
  • menghindari berbagi workstation atau 1 orang 1 area kerja
  • gunakan selotip atau cat untuk menandai area untuk membantu orang menjaga jarak 2 m
  • mengatur pergerakan orang satu arah melalui tempat kerja jika memungkinkan

5. Di mana orang tidak dapat terpisah 2 m, kelola risiko penularan

Ketika orang tidak mungkin terpisah 2 m, organisasi harus melakukan segala cara praktis untuk mengelola risiko penularan dengan:

  • mempertimbangkan apakah suatu kegiatan perlu dilanjutkan agar bisnis dapat beroperasi
  • menjaga waktu aktivitas sesingkat mungkin
  • menggunakan pembatas atau hambatan untuk memisahkan orang dari satu sama lain
  • mengatur tempat duduk back-to-back atau side-to-side yang berfungsi bila memungkinkan
  • mengatur waktu kedatangan dan kepulangan
  • mengurangi jumlah orang yang dihubungi setiap orang dengan menggunakan ‘wakil tetap setiap tim’

5 Panduan sederhana inilah yang nantinya akan menjadi dasar untuk mitigasi atau tindakan perencanaan untuk mengatasi resiko dan peluang. Karena setiap organisasi akan berbeda-beda dalam proses & sumber dayanya. Ayo mulai sekarang diimplementasikan Penanggulangan Pandemi COVID-19.  Ini membutuhkan peran serta dari semua pihak dan seluruh elemen masyarakat. Dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktifitas bekerja.