Harga emas menguat jelang akhir tahun akibat pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) yang tertekan kisruh domestik Negeri Paman Sam. Kemarin, indeks dollar berada di 96,58. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini turun dari angka tertinggi tahun ini 97,44.

“Ada keyakinan yang tumbuh pada emas tahun depan. Harga emas diramal kembali menjadi safe haven karena kekhawatiran penurunan pasar saham dan ekspektasi Federal Reserve yang lebih dovish,” kata Carlo Alberto De Casa, chief analyts ActivTrades kepada Reuters.

Sekadar mengingatkan, The Fed hanya akan menaikkan suku bunga acuan dua kali tahun depan, lebih sedikit daripada rencana sebelumnya sebanyak tiga kali. Suku bunga yang bertahan rendah lebih lama akan membuka peluang penguatan harga emas. “Harga emas mungkin akan bertahan di sekitar US$ 1.260. Pada target menengah, harga emas bisa mencapai US$ 1.300 dengan resistance yang harus ditembus pada US$ 1.280-US$ 1.285,” imbuh De Casa.